ARSIP

UPACARA HARDIKNAS

02/05/2008

Hardiknas

(Kuala Lumpur, Jumat) . Hari ini (2/5) keluarga besar KBRI Kuala Lumpur merayakan Hari Pendidikan Nasional. Seluruh home staf dan lokal staf beserta siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur mengikuti upacara. Diiringi rintik rintik hujan, upacara dimulai dengan khidmat. Sepasukan pengibar bendera dengan rentak militer sukses mengawali upacara.

Kuasa Usaha Ad-Interim, selaku inspektur upacara membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan Nasional.

Pemerintah melalui Renstra Pendidikan 2005-2009 telah menetapkan tiga pilar kebijakan: Pemerataan dan perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan, serta penguatan tata kelola akuntabilitas, dan citra public. .

Berbagai produk hukum penyelenggaraan pembangunan telah diluncurkan antara lain: UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. UU Nomor 14 Tahun 2005 Tentan Guru dan Dosen, UU Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan. PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. PP Nomor 55 Tahun 2007 Tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan. .

Dalam kurun waktu 2005-2007 pemerintah juga telah membuat sembilan kebijakan terobosan berskala missal, yakni: (1).Pendanaan pendidikan melalui program Bantuan Operasional Sekolah ( BOS ), program BOS Buku, program Bantuan Khusus Murid ( BKM), program Bantuan Operasional Manajeman Mutu (BOMM), dan program beasiswa.(2). Peningkatan kualifikasi kompetensi, dan sertifikasi pendidik dantenaga kependidikan. (3). Penerapan TIK secara missal. (4). Pembangunan prasarana dan sarana pendidikan secara missal. (5). Rehabilitasi prasarana dan sarana pendidikan secara missal. (6). Reformasi perbukuan secara mendasar. (7). Peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing penidikan dengan pendekatan komprehensif. (8). Penguatan tata kelola,akuntabilitas, dab citra publik pendidikan dengan pendekatan komprehensif. (9). Intensifikasi danekstensifikasi pendidikan nonformal dan informal untuk menggapai layanan pendidikan kepada peserta didik yang tak terjangkau pendidikan formal. .

Dalam sambutan akhir Menteri Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA yang dibacakan oleh Kuasa Usaha Ad-Interim, Tatang Budie Utama Razak berpesan: .

"Marilah kita jadikan peringatan Hardiknas Tahun 2008 ini sebagai semangat untuk terus membangun peradaban bangsa Indonesia sehingga menjadi bangsa yang berbudaya, cerdas, bermutu, dan mampu bersaing dalam kancah pergaulan dunia internasional.".

Dalam rangka menyemarakkan Hardiknas, Siswa-siswa SIK mempersembahkan berbagai atraksi kesenian dan demonstrasi bela diri karate. Atraksi kesenian meliputi penampilan mars SIK , mars Wajib Belajar, dan lagu Rambe Yamko Rambe. Tak ketinggalan gerak tari pedalaman Irian pun ditampilkan lengkap dengan pakaian tradisionalnya yang sangat menarik. Permainan pianika dan suling tak kalah menariknya. Sebagai penutup acara, demonstrasi bela diri karate memberikan warna lain dalam perayaan Hardiknas tahun ini. .( Akhmad Samiri 2/5/08).