Profil SIK >> Sejarah
SEJARAH SIK
24/September/2008
- Dedi Parianto
Sejarah pendirian SIK dimulai sejak dibukanya kembali Kantor Penghubung Republik Indonesia untuk Malaysia yang kemudian berkembang menjadi Kedutaan Besar Republik Indonesia. Meskipun dengan sarana dan prasarana yang terbatas disamping tenaga pendidikan yang hanya dua orang saja yakni Bapak Umar Rauf dan Bapak Rawi Hadis, kegiatan dan proses belajar mengajar sekali seminggu tetap dilaksanakan.
Secara resmi SIK didrikan pada 10 Juli 1969 dengan upacara peresmian oleh Bapak Duta Besar ketika itu, Mayjen HA.Thalib Gelar Depati Santio Bawo. Kepala Sekolah yang pertama adalah Bapak Muhammad Alwi Oemry. Acara peresmian itu kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Bapak R.S Sofyan (Guru Agama Islam) ketika itu.
Setelah berusia 39 pada tahun 2008 ini, SIK terlihat jauh lebih baik. Terlihat jelas peningkatan dari segi jumlah murid, sekaligus jumlah guru dan staff. Pembangunan fasilitas sekolah juga mengalami peningkatan, Kini SIK mempunyai ruang kelas ber-AC, setiap ruang kelas memiliki TV, DVD Player, LCD Projector,dsb. SIK sekarang juga mempunyai fasilitas berupa Ruang Komputer (dilengkapi dengan hardware & software paling mutakhir), Ruang Seni Tari (yang peserta didiknya sudah berhasil tampil di Indonesia,Malaysia dan SILN), Ruang Laboratorium MIPA, Perpustakaan dan kantin yang pada tahun 2007 yang lalu baru saja dibenahi.
Sekolah Indonesia Kuala Lumpur telah memiliki tenaga pengajar yang professional dan berpengalaman dan siap melaksanakan proses KBM di SIK.
Dari segi akademik,SIK telah menggunakan kurikulum KTSP dan telah bergasil dipraktekkan dengan lancar. Setiap tahun diadakan Pemilihan Siswa Berprestasi yang dikemudian hari akan dikirim untuk mengikuti Apresiasi dan Kreasi Seni Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN).
Dilihat dari mantan peserta didik SIK (alumni), telah banyak diantara mereka yang telah berhasil menyelesaikan program studinya di Universitas-Universitas baik di Indonesia,Malaysia maupun Negara lain.






